Coretan AyahFebruary 18, 2006 4:57 am

Tadi malam saya pulang dari meeting di kantor pada pukul 22.30. Sepeda motor saya masukkan, trus ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu dan mencuci semua kekotoran baik kekotoran diri maupun kekotoran hati yang telah saya lakukan di pagi hingga malam itu dan langkah kaki saya lanjutkan ke kamar tidur. Subhanalloh, Ya Alloh, ya Robb, ada dua makhluk-Mu yang tertidur pulas, saya pandangi wajah keduanya, hilang semua penat, ada gejolak dalam hati. Ya Alloh, ini amanat-Mu, ini beban dan tanggung jawab yang harus saya pikul, tanggung jawab untuk bersama berupaya menuju keridhoan-Mu.

Semoga kita mampu dalam keikhlasan dalam jalan-Mu ya Alloh dan mampu menjaga amanat istri dan putra ini dalam kenikmatan beribadah pada-Mu. Amin

Coretan AyahFebruary 9, 2006 11:06 am

Waktu istri hamil, alhamdulillah, saya mencoba sempatkan diri untuk mengantarnya ke dokter di RS Bersalin Siti Aminah di Surabaya. Saya memilih RS ini dari informasi dan pengalaman dari seorang rekan yang selama kehamilan istrinya periksa disitu. Meskipun kadang ceritanya banyak yang bikin ngeri, antrian hingga jam 11 malam baru diperiksa, dokter yang kadang keliatan cuek, tidak beri konsultasi kalau nggak nanya, atau pelayanan yang mungkin tidak ramah. Namun karena dekat dan dulu saya pernah ngunjungi waktu dosen saya melahirkan di RS itu, saya merasa lingkungannya cukup kondusif lah bagi ibu hamil dan melahirkan.

Namun, selama saya mendampingi istri dari minggu-minggu awal kehamilan hingga saat proses kelahiran saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa dengan dokter dan perawat di sana. Keramahan dan kepedulian sangat melekat disana. Dokter Ratna dan Dokter Nanang serta lainnya, sungguh mungkin tak cukup ucapan terima kasih ini sekedar kami bikin coretan disini.

“Dokter Ratna sempat khawatir ketika saat mendekati bulan ke tujuh, gerakan jantung tidak stabil, ia berikan kepada kami untuk rujuk ke RSUD Dr Soetomo, untuk cek gerakan jantung bayi, dan tak lupa ia berikan nomor HPnya untuk janjian di ruangnya. Sungguh ditengah sibuknya beliau, ketika periksa jantung selesai dan saat kami kontak, beliau jawab,”Saya aja yang kesitu, nanti saya tunjukkan tempat saya”. Beliau datang menghampiri kami dan menanti cemas atas hasil ujinya. Kamipun berjalan bersama menuju ruang beliau dan dengan teliti sabar beliau menceritakan bahwa hasilnya bagus, tidak ada kelainan. Tampak bersinar ceria wajah beliau begitupula kami. Saat selesai beliau menjawab salam kami, sambil berjalan keluar, istri saya bilang,”Bukan teman, bukan keluarga kok baik banget ya, dr Ratna ini… :) ”.

Dan, waktu Raka seumur sebulan, istri saya demam tinggi, suhunya mencapai 38.9 derajat, saya tidak berpengalaman soal ini, kami kontak beliau melalui SMS meski tanpa berharap sama sekali, dan ternyata SMS kami dibalas dan kami lega suhunya turun dan Raka tetap mendapatkan ASI eksklusif seperti biasanya.”

Hingga kami berdua berceletuk,”Dokter (dr. Ratna) memang Orang Baik”. Semoga tetap istiqomah, dokter.

Coretan Ayah 8:30 am

Malam itu sungguh saya takjub, haru bercampur ucap “Maha Suci Engkau Ya Alloh” yang telah memperlihatkan pada kami kejadian yang luar biasa. Malam itu adalah malam rasa syukur kami pada-Mu, di mana kami mengadakan walimatul aqiqah dan walimatul tasmiyah. Dalam acara itu kami berdiri dengan bersholawat pada Rasul dengan penuh kesyahduan dan kerinduan pada Rasul. Bersamaan dengan pembacaan sholawat itu, saya diminta untuk menggendong putra pertama dan berkeliling ke semua yang hadir agar semuanya ikut mendoakan sambil mengusap kepala putra saya. Saya memohon kepada Allah SWT, agar Raka tidak menangis, karena ia biasanya tidak bisa mendengar suara keras, kemresek, karena pasti lantunan sholawat itu keras apalagi ditambah dengan pengeras suara yang kami pasang.

Namun, sungguh tak terasa, terus saya menahan air mata agar tidak jatuh, Raka tidak menangis, wajahnya terlihat menikmati hingga usapan terakhir dari yang hadir. Dan sungguh ini mengingatkan kami semua bahwa tiada lantunan nada yang paling indah, tiada lantunan klasik yang lebih klasik selain lantunan pujian pada Allah dan Rasul-Nya.

Catatan pada acara walimatul aqiqah : 7 Pebruari 2006

Coretan AyahFebruary 4, 2006 2:54 am

Semoga tambah lucu, sehat dan segera berkiprah ya Raka sayang :) .

Hari-hari ini tambah ceria, alhamdulillah, Raka kecilku mulai tumbuh. Satu bulan ia mengisi kebahagiaan keluarga kami. Tangisannya membuat kami selalu rindu. Kadang sesekali tampak senyuman diwajahnya. Subhanallah, maha suci Alloh atas ciptaan-Nya.

Semoga kami mampu menjaga amanat-Mu ya Alloh, ya Robbi. Amin.