Terima Kasih Balasan SMSnya Dokter
Waktu istri hamil, alhamdulillah, saya mencoba sempatkan diri untuk mengantarnya ke dokter di RS Bersalin Siti Aminah di Surabaya. Saya memilih RS ini dari informasi dan pengalaman dari seorang rekan yang selama kehamilan istrinya periksa disitu. Meskipun kadang ceritanya banyak yang bikin ngeri, antrian hingga jam 11 malam baru diperiksa, dokter yang kadang keliatan cuek, tidak beri konsultasi kalau nggak nanya, atau pelayanan yang mungkin tidak ramah. Namun karena dekat dan dulu saya pernah ngunjungi waktu dosen saya melahirkan di RS itu, saya merasa lingkungannya cukup kondusif lah bagi ibu hamil dan melahirkan.
Namun, selama saya mendampingi istri dari minggu-minggu awal kehamilan hingga saat proses kelahiran saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa dengan dokter dan perawat di sana. Keramahan dan kepedulian sangat melekat disana. Dokter Ratna dan Dokter Nanang serta lainnya, sungguh mungkin tak cukup ucapan terima kasih ini sekedar kami bikin coretan disini.
“Dokter Ratna sempat khawatir ketika saat mendekati bulan ke tujuh, gerakan jantung tidak stabil, ia berikan kepada kami untuk rujuk ke RSUD Dr Soetomo, untuk cek gerakan jantung bayi, dan tak lupa ia berikan nomor HPnya untuk janjian di ruangnya. Sungguh ditengah sibuknya beliau, ketika periksa jantung selesai dan saat kami kontak, beliau jawab,”Saya aja yang kesitu, nanti saya tunjukkan tempat saya”. Beliau datang menghampiri kami dan menanti cemas atas hasil ujinya. Kamipun berjalan bersama menuju ruang beliau dan dengan teliti sabar beliau menceritakan bahwa hasilnya bagus, tidak ada kelainan. Tampak bersinar ceria wajah beliau begitupula kami. Saat selesai beliau menjawab salam kami, sambil berjalan keluar, istri saya bilang,”Bukan teman, bukan keluarga kok baik banget ya, dr Ratna ini…
”.
Dan, waktu Raka seumur sebulan, istri saya demam tinggi, suhunya mencapai 38.9 derajat, saya tidak berpengalaman soal ini, kami kontak beliau melalui SMS meski tanpa berharap sama sekali, dan ternyata SMS kami dibalas dan kami lega suhunya turun dan Raka tetap mendapatkan ASI eksklusif seperti biasanya.”
Hingga kami berdua berceletuk,”Dokter (dr. Ratna) memang Orang Baik”. Semoga tetap istiqomah, dokter.