Konsultasi ama Lita (lita.inirumahku.com) Ketika Raka Sakit
Berikut petikan email saya dan mbak Lita (setelah mendapat persetujuan beliau untuk dipublish).
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
‘alaykum salam wa rahmatullah wa barakatuhu wa maghfirahu.
Selasa, 16 Mei 2006 kami membawa Raka untuk Imunisasi ke Klinik di Surabaya, tempat dimana biasanya Raka imunisasi. Namun, pihak klinik mengatakan tidak ada lagi sekarang imunisasi satu-satu, harus gabungan,
wah, bagus sekali kliniknya bisa menerapkan imunisasi simultan sebagai standar layanan.
dan pihak klinik menyarankan ke Dokter Spesialis Anak. Kemudian Selasa berikutnya, 23 Mei 2006, kami membawa Raka ke RS di Poli Anak (ditangani dokter spesialis anak) untuk imunisasi. Setelah pemeriksaan standar dilakukan Raka-pun diimunisasi.
Siang-nya suhu badannya mulai tinggi, hingga keesokan harinya sempat mencapai 40 der, sampai Kamis suhu sekitar 38.5 - 39.6 (pastinya lupa), saya sempat SMS ke dokter spesialis, tempat biasanya kami konsultasi, beliau menyarankan Raka untuk dibawa ke RS karena dikhawatirkan demamnya yg mencapai 40 der itu akan menyebabkan kejang. Jum’at suhu badan mulai turun, namun kepala masih sangat panas, sekitar 39-an suhunya.
Karena kami masih khawatir dengan kondisinya, apalagi menangis terus, saya ama istri bawa Raka ke dokter umum, yang jaraknya hanya 100 m dari tempat tinggal kami. Kata dokter, panas kepala ini diakibatkan perutnya kembung. Memang waktu itu perutnya kembung. Kemudian dikasih puyer.
dokternya bilang begitu saja? kembung? tidak mengatakan sebab kembungnya? Isi puyernya apa ya? Bapak punya salinan resepnya?
Hari Sabtu kondisinya semakin panas, dan Raka mulai tidak mau tidur sama sekali, hingga akhirnya minggu pagi istri telepon dokter spesialis anak, kebetulan minggu ia libur. Namun, beliau membolehkan kita kesana. Jam 9 Raka diperiksa, dan diagnosa DSA mengatakan bahwa Raka kena semacam jamur di rongga mulutnya, kemungkinan akibat sisa-sisa susu.
jadi kesimpulannya DSA tsb memberi diagnosa Raka kena infeksi jamur?
Terus kita dikasih puyer (saya tidak tahu nama farmasinya), kecuali kalau pas di rumah mungkin bisa nanya, kebetulan adik kandung adalah AA dan alumni Kimia juga, Caldistin dan Novalgin. Setelah kita berikan berangsur-angsur titik2 putih yang ada diatas, bawah, lidah Raka hilang. Namun kami kaget, karena kaki dari lutut sampai telapak merah dan membengkak. Raka terus menangis, dan tidak mau didot, kebetulan sejak bundanya bekerja kembali ia nggak mau minum ASI. mulai Minggu malam jam 10 hingga paginya, Raka nggak bisa tidur dan nangis terus. Kamipun memutuskan membawa kembali ke DSA pada jam 6 pagi, dan menurut DSA ia alergi antibiotik. Dan meminta untuk puyernya tidak usah dikasihkan lagi, kemudian kami dikasih puyer lagi dan talk untuk kakinya yang merah.
Jadi, infeksi jamurnya diatasi dengan antibiotik (caldistin) tapi ternyata memberi reaksi alergi berupa bengkak dan merah.
Untuk mengatasi alergi ini diberikan talk. Isi talknya apa ya? Ada merknya atau racikan dari apotek?
Berangsur Raka mulai membaik, mudah-mudahan terus, hari ini kami masih pantau, meski udah mulai banyak gerak, belum mau senyum. Biasanya senyum2 terus. Masih ada sedikit putih2 di rongga mulut atas bagian bawah, dan kakinya sedikit masih merah.
alhamdulillah
…
Nach, mungkin mbak Lita bisa kasih masukan, soalnya dua temen kantor kebetulan satu ruangan memiliki pengalaman yang sama, menurut mereka itu adalah virus baru yang berkembang saat ini, katanya adalah Herpes Complexiti, atau penyakit mulut kaki, biasanya 2-3 hari terus sembuh.
Kebetulan keponakan saya juga seperti ini.
HMFD (atau HFMD sama saja: hand, foot and mouth disease, tangan, mulut, dan kaki).
Bukan virus baru alias mutan, tapi virus yang baru belakangan ini dikenal![]()
Kalau HMFD, penyebabnya bukan herpes complex tapi virus coxsackie.
Dan bukan penyakit mulut kaki, karena penyakit mulut-kaki itu adanya di hewan, kita tidak tertular ataupun menulari mereka. (sekadar membetulkan istilah)
…
Kata orang tua, itu bukan virus baru, istilah jawanya itu jampien
(sariawan) akibat panas dalam.
yang ini saya no comment.
Sampai sekarang, dalam istilah kedokteran tidak ada yang namanya panas dalam. Ada juga heart burn, rasa panas yang timbul di daerah sekitar hati, tapi umumnya diderita oleh ibu hamil akibat perubahan fisik dan hormon (penyebab lainnya saya tidak tahu).Saya juga tidak tahu istilah panas dalam itu siapa yang memperkenalkan. Apa gejalanya, bagaimana mengobatinya, dll.
Bener deh, pak. Kalo dokter ditanya, biasanya bingung![]()
Sariawan itu luka yang bisa timbul karena banyak sebab. Bisa karena tergigit, karena infeksi virus, atau karena makan makanan tertentu (beberapa orang sariawan setelah makan suplemen vitamin C dosis tinggi, misalnya). Penyebabnya bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Tidak selalu sama, bahkan pada orang yang sama.
…
Ehm, terus terang ini pengalaman saya pertama mbak, punya anak sakit, jadi kalau panik (kata mbak Lita di blog kan - jangan panik). mungkin belum bisa
dimaklumi. Namanya juga anak, pak. Panik kan karena sayang.
Mungkin ada pengalaman dan pengetahuan yang bisa dishare ya mbak…..
Saya ngerti banget kalau bapak sangat khawatir. Raka demamnya memang lama ya, jadi betul sekali kalau dibawa ke dokter.
Waktu observasi ketika anak demam adalah 72 jam, maksudnya bisa ditunggu sampai 72 jam sebelum memutuskan untuk dibawa ke dokter.Raka ngga punya riwayat kejang demam kan? Kalau ngga, sedia antipiretik saja di rumah. Murah atau mahal ngga ada bedanya. Pilih yang kandungannya satu macam bahan aktif saja, misalnya ibuprofen atau asetaminofen (parasetamol).
Kalau Raka pernah kejang, persediaannya ditambah satu: diazepam (atau obat anti kejang lain yang bisa diresepkan dokter).Saya ngga komentar apakah bercak putih itu jamur ataukah HMFD ya, karena saya tidak melihat langsung dan dokter bisa mendiagnosa lebih layak. Kalau bapak bisa membagi tulisan di resep, mungkin saya bisa mengerti lebih baik.
Ini ada beberapa artikel yang mungkin berkaitan dengan yang bapak ceritakan, baik berhubungan maupun sebagai tambahan ilmu saja:
http://www.mayoclinic.com/health/hand-foot-and-mouth-disease/DS00599
http://www.mayoclinic.com/health/infectious-disease/AN00652
Terima kasih,
kembali, maaf tidak bisa membantu banyak.
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
‘alaykum salam wa rahmatullah